Mari Mengenal Sosiologi Komunikasi
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-ya sehingga saya dapat
menyelesaikan Mini Book dengan judul “Mari Mengenal Sosiologi Komunikasi”
ini tepat pada waktunya.
Mini Book ini dibuat
untuk memenuhi tugas dari Abu Amar Bustomi, M.Si pada mata kuliah Sosiologi
Komunikasi. Selain itu, Mini Book ini juga dibuat untuk memperluas ilmu
tentang sosiologi dalam perspektif komunikasi.
Saya mengucapkan terima kasih
kepada Abu Amar Bustomi, M.Si selaku dosen mata kuliah Sosiologi
Komunikasi yang telah memberikan tugas ini, sehingga dapat menambah pengetahuan
dan wawasan bagi para pembaca dan penulis. Saya juga mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam pembuatan Mini
Book ini sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu.
Saya menyadari bahwa Mini
Book yang saya tulis ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, saya mengharap kritik dan saran yang membangun untuk
perbaikan Mini Book ini.
Surabaya, 21 Juni 2021
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1: SOSIOLOGI KOMUNIKASI
A. Pengertian Sosiologi Komunikasi
B. Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi
C. Teori Sosiologi Komunikasi
D. Manfaat Sosiologi Komunikasi
BAB 2: SISTEM KOMUNIKASI DAN RELASI KOMUNIKASI
A. Pengertian Komunikasi
B. Sistem Komunikasi
C. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal
BAB 3: MENGENAL KOMUNIKASI MASSA
A. Pengertian Komunikasi Massa
B. Unsur-Unsur Komunikasi Massa
C. Media Massa
D. Peran dan Fungsi Media Massa
BAB 4: KOMUNIKASI KONTEMPORER
A. Definisi Komunikasi Kontemporer
B. Model-Model Komunikasi Kontemporer atau Visual
C. Alat-alat Komunikasi Kontemporer
D. Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Virtual atau Kontemporer
BAB 5: PERILAKU KOLEKTIF
A. Pengertian Perilaku Kolektif
B. Bentuk dan Ciri Perilaku Kolektif
C. Faktor-Faktor Terjadinya Perilaku Kolektif
D. Bentuk dan Contoh Penyimpangan Perilaku Kolektif
BAB 6: PERUBAHAN SOSIAL
A. Pengertian Perubahan Sosial
B. Teori Perubahan Sosial
C. Faktor Penyebab Perubahan Sosial
D. Dampak Perubahan Sosial
E. Peranan Komunikasi Terhadap Perubahan Sosial
BAB 7: MENGENAL PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
A. Pengertian Perubahan Sosial Budaya
B. Unsur-Unsur Kebudayaan Masyarakat
C. Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Kebudayaan
D. Dampak Perubahan Sosial Budaya
DAFTAR PUSTAKA
BAB
1
SOSIOLOGI
KOMUNIKASI
A. Pengertian Sosiologi Komunikasi
Sosiologi
komunikasi merupakan ilmu yang mempelajari tentang komunikasi yang ditinjau
dari segi kemasyarakatan. Menurut Soerjono
Soekanto seorang ahli sosiologi Indonesia, sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi yang
mempelajari interaksi sosial, merujuk kepada suatu hubungan atau komunikasi
yang menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antara para individu, individu
dengan kelompok maupun antar kelompok, juga memiliki kaitan dengan public
speaking atau seorang pembicara publik.(Soekanto
2017)
Dari
pengertian sosiologi komunikasi di atas menurut Soerjono Soekanto, dapat kita
simpulkan bahwa komunikasi dan interaksi saling berkaitan erat. Komunikasi
merupakan bagian dari interaksi sosial. Salah satu syarat terciptanya aktivitas
interaksi adalah dengan berkomunikasi. Maka dengan kata lain, tanpa adanya
komunikasi tidak akan tercipta interaksi.
B. Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi
Menurut
Burhan dalam bukunya Sosiologi Komunikasi,(Bungin
2006)
membagi objek formal sosiologi komunikasi ke dalam beberapa pokok bahasan
sebagai aspek dominan dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, yaitu:
1.
Telematika dan realitas
Yaitu
persoalan-persoalan komunikasi dalam teknologi media yang menyediakan ruang
baru yang disebut dengan dunia maya.
2.
Efek media dan norma sosial baru
Segala
dampak-dampak sosmed yang bersinggung dengan perubahan nilai dan normkehidupan
masyarakat.
3.
Cyber community
Mengkaji
proses-proses interaksi dan komunikasi soial dalam ruang artifisial (masyarakat
maya).
4.
Perubahan sosial dan komunikasi
Perubahan-perubahan
pada masyakat pun akan semakin terasa ketika yang jauh semakin dekat dan yang
dekat semakin jauh. Masyarakat yang berdampingan pun akan terasa jauh alias
budaya tegur sapa pun tergantikan melalui media teknologi alias media sosial
bukan secara langsung dengan tetangga.
5.
Masalah sosial dan media massa
Yakni
telaah persoalan sosial yang meliputi media massa.
6.
Hukum dan bisnis media
Yakni,
segala hal yang berkaitan dengan bisnis di media. Pengaruh teknologi komunikasi
telah merambah ke dunia ekonomi dan hukum bahkan agama. Akhirnya, ditetapkanlah
hukum atau undang-undang IT.
Komponen-komponen
di atas memasuki ranah sosial kehidupan masyarakat pada umumnya di mana kita
tidak bisa berlepas diri dari keberadaan teknologi. Berkembangnya teknologi
informasi dan komunikasi menciptakan berbagai realitas baru. Yaitu relasi
sosial yang hadir dalam wujud media yang memengaruhi ranah-ranah sosial maupun
budaya masyarakat.
C. Teori Sosiologi Komunikasi
Dalam
Website Sosiologi.com,(Harim
2018)
teori sosiologi komunikasi dibagi menjadi 8 macam teori, yaitu:
1.
Teori evolusi sosial
Teori
ini melihat pada proses komunikasi sebagai bentuk interaksi antarmanusia yang
mengalami evolusi. Sebagai contoh, sepasang kekasih di masa silam yang menjalin
komunikasi jarak jauh lewat surat. Proses mereka berkomunikasi memakan waktu
sangat lama. Untuk mendapatkan kabar saja harus menunggu berhari-hari bahkan
berbulan-bulan. Saat ini, sepasang kekasih bisa bertukar pesan dengan sangat
cepat. Pola dan proses komunikasi sepasang kekasih telah mengalami evolusi.
2.
Teori konflik
Teori
ini melihat komunikasi sebagai elemen yang mengandung kepentingan. Komunikator
merupakan aktor yang menyampaikan kepentingannya. Berbagai macam kepentingan
aktor bisa terbentur atau mencapai konsensus melalui proses komunikasi. Teori
konflik mengasumsikan bahwa kepentingan diekspresikan melalui komunikasi.
3.
Teori struktural fungsional
Teori
ini melihat proses komunikasi sebagai bagian dari sistem dan struktur sosial.
Komunikasi merupakan sarana aktor sosial mencapai konsensus sehingga sistem
sosial berfungsi sebagaimana mestinya. Sebagai contoh, seorang presiden
menunjuk juru bicara agar apa yang dimaksudkannya dapat tersampaikan.
4.
Teori interaksionisme simbolik
Teori
ini melihat komunikasi sebagai bagian dari perilaku sosial yang mengandung
makna sosial. Perilaku kita, termasuk apa yang tampak dari secara fisik seperti
pakaian, mengandung simbol-simbol yang kita sampaikan pada orang lain. Kita
mengenakan pakaian hitam ketika menghadiri pemakaman sebagai simbol sedang
berduka cita.
5.
Teori pertukaran
Teori
pertukaran melihat komunikasi sebagai proses interaksi yang dibentuk oleh
pertukaran antara aktor dengan lingkungan. Reaksi dari lingkungan menentukan
tindakan sosial yang diambil. Sebagai contoh, seorang murid yang menjawab
pertanyaan dengan jawaban salah ditertawai oleh teman-temannya. Keesokannya
murid tersebut memilih tidak menjawab karena takut salah. Reaksi lingkungan
yang menertawakan mempengaruhi tindakan murid tersebut.
6.
Teori aksi
Teori
ini melihat komunikasi sebagai insiasi aktor untuk menyampaikan pesan kepada
aktor lain atau orang lain. Asumsi dasar teori ini adalah individu memiliki
kemauan dan ruang untuk bertindak dalam rangka menyampaikan gagasan dan
pengetahuannya.
7.
Teori perilaku
Teori
ini melihat komunikasi sebagai proses sosial yang ditentukan oleh unsur-unsur
psikologis dan emosional. Seseorang yang menyampaikan terimakasih sambil
menangis terharu ketika menang lomba merupakan wujud komunikasi yang tampak
sebagai rasa haru. Komunikasi dalam perspektif teori ini merupakan ekspresi
emosional ke dalam perilaku sosial.
8.
Teori dramaturgis
Teori
ini melihat komunikasi sebagai gejala sosial yang ditentukan oleh setting dan
audiens. alam sebuah seminar, misalnya, pembicara mengawali dengan mengucapkan
selamat datang pada peserta, ucapan puji syukur, dan terimakasih pada panitia.
Proses tersebut terstuktur karena diatur demikian. Pembawa acara naik panggung
dengan pakaian tertentu dan tata bahasa tertentu. Hal ini menyesuaikan setting
dan audiens yang ada di seminar.
Beberapa teori di atas sering digunakan dalam analis
sosiologis terhasap proses komunikasi. Relevansi masing-masing teori tentu
sangat tergantung pada fokus pembahasan.
D. Manfaat Sosiologi Komunikasi
Terdapat
beragam bentuk manfaat yang akan didapat ketika fokus dalam mengkaji sosiologi
komunikasi, manfaat tersebut antara lain ialah:
1.
Memberikan
pengetahuan dan wawasan mengenai tatacara berkomunikasi yang baik.
2.
Dapat
dengan mudah diterima masyarakat/lingkungan.
3.
Menciptakan
kepekaan sosial.
4. Memberikan
rasa percaya diri dan tidak minder dalam melakukan hubungan sosial dengan
masyarakat.(Monte
2019)
BAB 2
SISTEM KOMUNIKASI
DAN RELASI KOMUNIKASI
(Intrapersonal dan Interpersonal)
A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi
merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Bahkan
komunikasi telah menjadi suatu fenomena bagi terbentuknya suatu masyarakat atau
komunitas yang terintegrasi oleh informasi, dimana masing-masing individu dalam
masyarakat itu sendiri saling berbagi informasi (information sharing) untuk
mencapai tujuan bersama. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada
kesamaan antara penyampai pesan dan orang yang menerima pesan. Senada dengan
hal ini bahwa komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin “communis”.
Communis atau dalam bahasa Inggris ”commun” yang artinya sama.
Apabila kita berkomunikasi (to communicate) ini berarti bahwa kita
berada dalam keadaan berusaha untuk menimbulkan kesamaan.(Suwardi
2005)
Komunikasi juga
dipahami sebagai suatu bentuk komunikasi interaksi, yaitu komunikasi dengan
proses sebab-akibat atau aksi-reaksi yang arahnya bergantian. Dalam konteks
ini, komunikasi melibatkan komunikator yang menyampaikan pesan, baik verbal
maupun non verbal kepada komunikan yang langsung memberikan respon berupa
verbal maupun non verbal secara aktif, dinamis, dan timbal balik.(Awi,
Mewengkang, and Golung 2016)
B. Sistem Komunikasi
Komunikasi telah
menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia baik dalam lingkup
sempit maupun luas seperti dalam sebuah negara. Berbicara komunikasi dalam
sebuah lingkup yang luas, menjadikan komunikasi tidak dapat berdiri sendiri dan
tak terlepas dari berbagai pengaruh disekelilingnya. Sehingga, terbentuklah
sebuah sistem yang disebut sistem komunikasi.
Sistem
komunikasi merupakan peralatan yang digunakan dan mampu untuk menghubungkan
seseorang dengan orang lain yang terpisah jarak dan waktu. Perlatan komunikasi
ini dapat menyalurkan berbagai bentuk informasi seperti:
1.
Informasi audio,
penyampaian informasi berupa pesan suara.
2.
Informasi
visual, penyampaian informasi berupa pesan gambar atau video.
3.
Informasi audio
visual, penyampaian informasi berupa perpaduan atau gabungan pesan suara dan
gambar.
4.
Informasi teks,
penyampaian informasi berupa pesan tulisan atau teks.
Dalam sistem
komunikasi, tentunya terdapat alat yang dipergunakan sebagai media atau
perantara dalam berkomunikasi. Berikut merupakan contoh peralatan komunikasi
yang digunakan pada masa saat ini:
1.
Telepon,
merupakan alat komunikasi modern yang digunakan untuk menyampaikan informasi
berupa suara (audio). Dengan telepon, kita dapat melakukan percakapan
secara real time dengan jarak jauh sekalipun.
2. Faksimile atau mesin faks, merupakan alat
komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan dokumen dengan cara melakukan scanning
atau copy. Saat ini, mesin faks masih banyak digunakan di kantor ataupun
perusahaan atau dokumen penting dalam waktu yang singkat.
3. Radio, merupakan alat komunikasi searah yang
mampu menerima sinyal suara yang dipancarkan oleh pemancar radio melalui
modulasi gelombang elektromagnetik.
4. Televisi,
merupakan media komunikasi yang berfungsi sebagai penerima siaran berupa audio
visual.
5. Handphone
atau telepon seluler, merupakan perangkat komunikasi canggih masa kini. Hal ini
karena kemampuannya dalam menggabungkan beberapa alat komunikasi sekaligus
seperti telepon, radio, televisi bahkan internet. Alat ini telah digunakan oleh
sebagian besar masyarakat di dunia saat ini.
6. Laptop,
merupakan saran portable yang juga memiliki fungsi yang sama dengan Handphone,
bahkan lebih.
C. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal
Komunikasi
terdiri dari berbagai jenis, di antaranya adalah komunikasi intrapersonal dan
komunikasi interpersonal. Kedua jenis komunikasi tersebut sangatlah penting
untuk pengembangan diri.
1.
Komunikasi
Intrapersonal
Komunikasi
Intrapersonal berasal dari 3 kata yaitu Komunikasi, Intra dan Personal atau
pribadi. Komunikasi adalah “suatu proses pertukaran informasi diantara individu
melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku”.(Hefni
2017)
Intra menurut KKBI, dapat diartikan dengan “bentuk terikat di dalam; bagian
dalam”.(Departemen
Pendidikan Nasional 2007a) Sedangkan
Personal diartikan sebagai “bersifat pribadi atau perseorangan”.(Departemen
Pendidikan Nasional 2007b)
Menurut H. Blake
dan Edwin O. Haroldsen dalam bukunya “ a
Taxsonomy of Concepta in Communication”, Komunikasi intrapribadi atau
dikenal juga dengan istilah komunikasi intrapersonal adalah peristiwa
komunikasi yang terjadi dalam diri pribadi seseorang. Bagaimana setiap orang
mengkomunikasikan dirinya atau berbicara pada dirinya sendiri. Hal ini
dikarenakan setiap orang dapat menjadi objek bagi dirinya sendiri melalui
penggunaan simbol-simbol yang digunakan dalam proses komunikasi. Melalui
simbol-simbol ini apa yang dikatakan seseorang kepada orang lain dapat memiliki
arti yang sama bagi dirinya sendiri sebagaimana berarti bagi orang lain.(Blake
and Haroldsen 1979)
Jenis komunikasi
intrapersonal tentunya memiliki fungsi. Menurut jurnal “Komunikasi
Intrapersonal Dalam Komunikasi Islam” yang ditulis oleh Rahmania, (Rahmiana
2019)
terdapat 7 fungsi dari adanya komunikasi intrapersonal, yaitu:
a.
Kesadaran diri.
Komunikasi intrapersonal memungkinkan orang untuk menyadari setiap aspek
kepribadian mereka sendiri. Dengan introspeksi, orang akan menjadi sadar akan
kualitas yang membantu membentuk kepribadiannya yang pada gilirannya membuatnya
sadar akan motivasi, aspirasi, dan harapannya kepada dunia.
b. Rasa percaya
diri. Sadar diri membuat seseorang merasa aman dan meningkatkan kepercayaan
diri.
c. Manajemen diri.
Fakta bahwa seseorang sadar akan kekuatan dan kekurangan yang dimilikinya, ia
melengkapi dirinya untuk mengelola urusan sehari-hari secara efisien dengan
menggunakan kekuatannya secara maksimal yang pada gilirannya mengkompensasi
kelemahannya.
d.
Motivasi diri.
Pengetahuan mutlak tentang apa yang seseorang inginkan dari kehidupan dan
memungkinkan orang tersebut berusaha mencapai tujuan dan sasaran tersebut
sambil terus memotivasi diri mereka sendiri.
e. Terfokus.
Kualitas motivasi diri dan manajemen diri akan membantu mengembangkan
konsentrasi yang lebih dalam mengarahkan fokusnya pada tugas yang ada.
f.
Kemandirian.
Kesadaran diri memungkinkan orang untuk mandiri.
g. Kemampuan
beradaptasi. Orang akan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungannya karena
pengetahuan tentang kualitasnya sendiri memungkinkannya untuk percaya diri dan
dengan tenang mengambil keputusan dan mengubah pendekatannya sesuai dengan
respon terhadap stimulus situasional.
2.
Komunikasi
Interpersonal
Menurut Joseph
Devito dalam bukunya “The Interpersonal Communication Book“(Devito
1989),
komunikasi antarpribadi atau interpersonal merupakan proses pengiriman dan
penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau di antara sekelompok kecil
orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.
Adapun fungsi
komunikasi antarpribadi ialah berusaha meningkatkan hubungan insan (human
relations), menghindari dan mengatasi konflik-konflik pribadi, mengurangi
ketidakpastian sesuatu, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang
lain. Melalui komunikasi antarpribadi, individu dapat berusaha membina hubungan
yang baik dengan individu lainnya, sehingga menghindari dan mengatasi
terjadinya konflik-konflik di antara individu-individu tersebut.(Awi
et al. 2016)
3.
Perbedaan
Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal
Intrapersonal
dan interpersonal adalah dua bentuk dasar komunikasi manusia. Kedua jenis
komunikasi ini menyebar di semua aspek kehidupan manusia. Menurut situs web
Universitas Medan Area Fakultas Isipol,(Fisipol
2021)
terdapat perbedaan utama antara kedua
jenis komunikasi yaitu:
a.
Komunikasi
intrapersonal terjadi ketika seseorang berkomunikasi dengan dirinya sendiri.
Dan komunikasi interpersonal adalah pertukaran informasi, ide, pendapat dan
perasaan antara dua orang.
b. Komunikasi
Intrapersonal Itu terjadi dalam bentuk penginderaan, pemikiran dan evaluasi
dalam diri sendiri. Dan komunikasi interpersonal itu terjadi dalam bentuk
pertukaran dan pertukaran informasi atau gagasan antar orang.
c. Komunikasi
intrapersonal hanya komunikator yang terlibat dalam komunikasi intrapersonal.
Dan komunikasi Interpersonal melibatkan dua orang dalam komunikasi.
d. Komunikasi
intrapersonal jenis komunikasi ini tidak membutuhkan media apapun. Dan
komunikasi interpersonal orang harus menggunakan media verbal atau nonverbal
untuk melakukan komunikasi.
e. Komunikasi
intrapersonal di sini informasi tidak melampaui pikiran seseorang. Sedangkan
komunikasi antarpribadi di sini informasi berpindah dari satu pikiran ke
pikiran lain.
4.
Hubungan
Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal
Komunikasi
intrapersonal dan interpersonal saling berkaitan antara satu sama lain,
sehingga kedua jenis kemunikasi tersebut mempengaruhi kualitas kita dalam
berkomunikasi. Dimulai dari kemampuan proses komunikasi dengan diri sendiri
(intrapersonal), akan dapat mempengaruhi kualitas kemampuan komunikasi Anda
dengan orang lain.
Contohnya, jika
Anda berbicara dan berpikir negatif dengan diri sendiri tentang seseorang (misalnya,
pimpinan, pasangan hidup, rekan) dalam bentuk prasangka yang buruk, maka
kemungkinan besar Anda akan kehilangan rasa nyaman saat berkomunikasi dengan
orang tersebut.(Johnson
n.d.)
Dari contoh
diatas, dapat kita simpulkan bahwa komunikasi secara interpersonal akan menjadi
tidak efektif jika kita gagal mengendalikan komunikasi dengan diri sendiri
(intrapersonal). Maka dari itu, hubungan dari komunikasi Intrapersonal dan
Interpersonal saling mempengaruhi. Jika berhasil berkomunikasi dengan diri
sendiri maka tingkat kesuksesan untuk berkomunikasi dengan orang lain akan
meningkat pula.
BAB 3
MENGENAL
KOMUNIKASI MASSA
A.
Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi Massa merupakan salah satu studi dalam
ilmu komunikasi yang berkaitan dengan khalayak ramai. Sebagai cabang dari studi
komunikasi, komunikasi massa menjadi salah satu yang paling sering dibicarakan,
dikarenakan perananya yang sangat penting diera modern ini.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
komunikasi massa adalah penyebaran informasi yang dilakukan oleh suatu kelompok
sosial tertentu kepada pendengar atau khalayak yang heterogen serta tersebar di
mana-mana.
Menurut Josep A Devito seorang ahli di bidang
komunikasi, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan
kepada massa, atau dapat dikatakan ditujukan kepada khalayak ramai yang luar
biasa banyaknya. Ia berpendapat bahwa komunikasi masa adalah komunikasi yang
dilakukan oleh pemancar-pemancar audio dan visual yang dimana secara logis
dapat dikatakan bahwa komunikasi massa berupa komunikasi yang dilakukan oleh
radio, televisi, majalah, surat kabar, film dan juga buku.
B. Unsur-Unsur Komunikasi Massa
Secara garis besar, komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan
berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak
luas. Dengan demikian maka unsur-unsur penting dalam komunikasi massa adalah :
1.
Komunikator dalam
komunikasi massa adalah:
a. Pihak yang mengandalkan media massa dengan teknologi komunikasi
modern, sehingga dapat dengan cepat diakses oleh publik.
b. Pihak yang berusaha memberikan jasa melalui penyebaran informasi
dan sekaligus menjadi agen perubahan dalam pemahaman, wawasan dan solusi-solusi
dengan jutaan massa yang tersebar dimanapun tanpa diketahui dengan jelas
keberadaan mereka.
c. Pihak yang menjadi sumber informasi atau pemberitaan yang mewakili
institusi formal yang sifatnya mencari keuntungan dari penyebaran informasi
itu.
2.
Media massa adalah
saluran/alat komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi
secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal pula.
3.
Informasi (pesan) adalah
informasi yang diperuntukan kepada masyarakat secara massal, bukan hanya
informasi yang hanya dikonsumsi secara pribadi. Dengan demikian informasi massa
adalah milik publik, bukan individu. Misalnya berita, iklan, sinetron, film dan
sebagainya.
4.
Gatekeeper adalah
penyeleksi informasi. Sebagaimana diketahui bahwa komunikasi massa dijalankan oleh
beberapa orang organisasi media massa, mereka inilah yang akan menyeleksi
setiap informasi yang akan disebarkan kepada masyarakat. Bahkan mereka memiliki
kewenangan untuk memperluas atau membatasi informasi yang akan disebarkan
tersebut. Mereka adalah wartawan, editor, sutradara dan sebagainya.
5.
Khalayak (publik) adalah
massa yang menjadi tujuan dari penyebaran informasi dari media massa. Mereka
bersifat heterogen dan luas.
6.
Umpan balik, awalnya umpan
balik bersifat tertunda namun dengan semakin berkembangnya teknologi
komunikasi, maka komunikasi interaktif dapat dilakukan secara langsung melalui
media massa.
C.
Media Massa
Media Massa (mass media) singkatan dari Media Komunikasi Massa
(mass communication media), yaitu sarana, channel, atau media untuk berkomunikasi
kepada publik. Istilah Media Massa sering disingkat “media” saja, tanpa
“massa”. Media Massa merupakan suatu sumber informasi, hiburan, dan sarana
promosi (iklan).
Sebuah media bisa disebut media massa jika memiliki karakteristik
tertentu. Karakteristik Media massa menurut Cangara (2006) antara lain:
1.
Bersifat melembaga, artinya pihak yang
mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni mulai dari
pengumpulan,pengelolaan sampai pada penyajian informasi.
2.
Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan
kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalau pun
terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.
3.
Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi
rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas
dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang
dalam waktu yang sama.
4.
Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti
radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya.
5.
Bersifat terbuka, artinya pesannya dapat
diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal batas usia, jenis
kelamin, dan suku bangsa.
Media massa dapat diklasifikasikan menjadi tiga
kategori, yaitu diantaranya:
1.
Media
cetak
Media cetak merupakan media jenis komunikasi massa yang pertama dan
masih cukup eksis hingga kini. Umumnya kita mengenal dua jenis media cetak,
yaitu surat kabar atau koran dan majalah. Surat kabar merupakan media yang
memiliki fungsi utama yaitu :
a.
Menginformasikan
kepada pembaca secara objektif tentang apa yang terjadi pada suatu komunitas
masyarakat, negara dan dunia.
b.
Mengomentari
berita dengan mengembangkannya dalam suatu fokus kajian berita.
c.
Menyediakan
keperluan informasi bagi pembaca melalui iklan.
Disamping
memiliki fungsi utama, surat kabar juga memiliki fungsi sekunder yaitu :
a.
Menyebarkan
berita terkait lingkungan masyarakat guna membantu dalam kondisi-kondisi
tertentu.
b.
Memberikan
hiburan bagi pembaca melalui konten yang menghibur seperti cerita humor, komik,
cerpen dan sebagainya.
c.
Menjadi
agen informasi bagi pembaca serta saranan perjuangan untuk memperoleh hak.
Sementara itu,
menurut Dominic terdapat lima klasifikasi majalah, yakni majalah umum, majalah
bisnis, majalah berita, majalah sastra dan artikel ilmiah. majalah hubungan
masyarakat (Humas).
Kemudian, fungsi
dari majalah sendiri disesuaikan dengan sasarannya yang lebih spesifik.
Disajikan dengan tampilan yang lebih menarik serta terklasifikasi atas fokus –
fokus tertentu sesuai dengan permintaan pembaca. Hal tersebut menjadi
pembeda surat kabar dengan majalah. Dimana surat kabar memiliki bahasan yang
lebih umum.
2.
Media
elektronik
Media
elektronik merupakan media massa yang memiliki peranan yang sangat penting
dalam perkembangannya. Media elektronik adalah media massa yang menggunakan
listrik sebagai tenaga untuk menjalankannya (elektronik). Tentu kita sudah tahu
yang termasuk dalam media elektronik yaitu:
a.
Radio, merupakan
media elektronik pertama dan tertua didunia. Radio memiliki keunggulan yaitu
sangat luwes untuk digunakan. radio dapat berada dimana saja baik dirumah,
kantor, mobil, tempat tidur dan lain sebagainya. Oleh karenanya radio pada
masanya menajdi tren dan fenomena yang luar biasa. Berbagai macam saluran radio
diciptakan diberbagai penjuru dunia guna memenuhi kebutuhan informasi bagi para
penggunanya. Tidak hanya itu, pada masanya radio juga menjadi sarana hiburan
yang menjadi primadona.
b.
Televisi, kelahiran
televisi pada dekade berikutnya membuat pergeseran yang signifikan pada
penggunaan media elektronik. Kelahiran televisi membuat radio tenggelam dan
mulai ditinggalkan. Keunggulan televisi ketimbang radio adalah bahwa
televisi tidak hanya mampu menampilkan suara (audio), namun juga mampu
menampilkan gambar bergerak (video). Hingga kini, televisi masih menjadi
primadona media komunikasi massa di seluruh dunia.
3.
Media
Digital
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan
manusia berdampak pula pada perkembangan studi komunikasi massa. Di era Digital
ini, komunikasi massa menjadi suatu hal yang amat mudah dengan lahirnya
Internet. Dengan adanya internet, kita menjadi sangat mudah untuk memperoleh
informasi dari berbagai penjuru dunia.
Tidak hanya itu, pergeseran penggunaan media elektronik ke media
digital bergerak begitu cepat. Hampir setiap orang sekarang mengenal internet.
Berbagai sarana dalam internet pun dalam perkembangannya sangat mendukung
bagi terciptanya konunikasi massa yang lebih mudah. Seperti lahirnya media
sosial layaknya Facebook, dan Twitter yang mempermudah kita berhubungan dengan
orang lain.
Tak sampai hanya disitu, kini penggunaan surat kabar
konfensional pun mulai ditinggalkan secara perlahan. Kini, bermunculan berbagai
situs berita online yang jauh lebih mudah dan lebih cepat diakses tanpa batasan
waktu tertentu. Diprediksi dalam beberapa tahun kedepan, media digital akan
mampu menumbangkan dominasi media elektronik.
D.
Peran dan Fungsi Media Massa
Peran dan fungsi media massa begitu
penting dalam perkembangan komunikasi masyarakat. Media massa mengacu pada
teknologi yang digunakan sebagai saluran untuk sekelompok kecil orang untuk
berkomunikasi dengan lebih banyak orang. Media massa digumakan untuk menjangkau
perhatian khalayak luas.
Peran dan fungsi media massa kini
tak dapat terpisahkan dari kehidupan khalayak. Bentuk media massa pun kian
berkembang. Peran dan fungsi media massa menjadi kebutuhan penting dalam
komunikasi manusia. Peran dan fungsi media massa digunakan untuk menyampaikan
berbagai tujuan dan urusan banyak pihak.
1.
Penyebaran informasi
Penyebaran informasi merupakan fungsi utama media
massa. Karena informasi adalah pengetahuan dan pengetahuan adalah kekuatan,
media menawarkan fakta dan pendapat yang otentik. Informasi ini tepat waktu dan
berisi berbagai peristiwa dan situasi yang penting untuk dibagi kepada khalayak
ramai sebagai item informatif.
2.
Pendidikan
Media memberikan pendidikan dan informasi
berdampingan. Media memberikan pendidikan dalam berbagai mata pelajaran kepada
orang-orang dari semua tingkatan. Media mencoba mendidik orang secara langsung
atau tidak langsung menggunakan berbagai bentuk konten.
3.
Hiburan
Media massa memenuhi fungsi ini dengan menyediakan hiburan dan
membantu mengurangi ketegangan sampai batas tertentu. Surat kabar dan majalah,
radio, televisi, dan media online menawarkan cerita, film, serial, dan komik
untuk menghibur audiens. Beberapa media juga telah memasukkan informasi dan
pendidikan dalam program hiburan. Perpaduan hiburan dan informasi disebut infotainment.
Demikian pula, dimasukkannya pendidikan dalam program hiburan dianggap sebagai edutainment.
4.
Persuasi
Melibatkan membuat pengaruh pada pikiran orang lain. Media massa
memengaruhi audiens dalam berbagai cara. Konten media membangun opini dan
menetapkan agenda di benak publik. Hal ini memengaruhi suara, mengubah sikap
dan perilaku moderat. Editorial, artikel, komentar, dan lainnya dibuat untuk
memberi funsi persuasi audiens.Banyak dari mereka menjadi terpengaruh atau
termotivasi tanpa sadar terhadapnya. Iklan adalah contoh yang dirancang untuk
meyakinkan audiens.
5.
Pengawasan dan Sosialisasi
Fungsi media massa adalah untuk mengamati masyarakat secara dekat
dan memperingatkan tentang tindakan-tindakan yang mengancam audiens massa yang
kemungkinan akan terjadi di masa depan untuk mengurangi kemungkinan kerugian.
Media massa juga menginformasikan tentang kesalahan yang terjadi di masyarakat
kepada otoritas terkait dan mencegah malpraktek di antara khalayak ramai di
masyarakat. Media adalah reflektor masyarakat.
Mereka menyosialisasikan orang, terutama generasi muda. Sosialisasi adalah
proses dimana orang dibuat untuk berperilaku dengan cara yang dapat diterima
dalam budaya atau masyarakat mereka.
6.
Penghimpun
Fungsi media massa adalah untuk menggabungkan bersama berbagai
elemen masyarakat yang tidak terhubung secara langsung. Misalnya klan massal
berupaya menghubungkan kebutuhan pembeli dengan produk penjual. Demikian pula,
dengan menyiarkan berita tentang mereka yang menderita penyakit atau bencana
alam, media dapat membantu dalam mengumpulkan bantuan dan memberikan jumlah
yang dikumpulkan kepada para korban.
Dengan cara ini, media menjadi jembatan antara berbagai kelompok
yang mungkin atau mungkin tidak memiliki koneksi langsung.
BAB
4
KOMUNIKASI
KONTEMPORER
Apa
Itu Teori Komunikasi Kontemporer?
Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi kita
harusnya tahu keberadaan fenomena komunikasi yang ada di sekitar kita dengan
menggunakan perspektif atau cara pandang komunikasi. Mempelajari teori komunikasi akan
membantu untuk melihat hal-hal yang belum pernah dilihat sebelumnya, melihat
hal-hal yang tidak terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Pelebaran presepsi ini
akan memungkinkan untuk keluar dari cara berpikir yang biasa serta dapat
menyesuaikan diri, fleksibel, dan canggih terhadap pendekatan komunikasi.
Sehingga teori komunikasi memberikan seperangkat alat bantu yang berguna untuk
melihat proses dan pengalaman melalui cara pandang yang baru.
Belajar
teori bukan hanya sekedar membaca tapi dengan belajar teori kita dapat
mengetahui sesuatu hal yang belum pernah kita lihat dan ketahui
sebelumnya.Seperti yang telah disebutkan oleh W. Littlejohn, dalam bukunya
Theories of Human Communication, Wadsworth. Sebelum mengkaji lebih jauh, perlu
diketahui terlebih dahulu pengertian dari teori komunikasi.
Teori
merupakan sekumpulan kontruks yang saling kait mengkait dalam menjelaskan
sebuah fenomena. Sedangkan komunikasi merupakan pengiriman pesan dari
komunikator/sumber pesan kepada penerima yang akan menimbulkan efek. Komunikasi
bersifat sosiologi, antropologi, psikologi, sastra dan masih banyak lagi. Jadi
dapat disimpulkan bahwa teori komunikasi adalah satu
pandangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja untuk
sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan. Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah komunikasi yang hendak
dibuat. Melalui penulisan ini pejelasan tentang beberapa teori komunikasi akan
dibuat.
A. Definisi Komunikasi Kontemporer
Komunikasi
kontemporer berasal dari 2 suku kata, yaitu komunikasi dan kontemporer. Secara
harfiah, komunikasi berasal dari bahasa latin, “communis” yaitu membangun
kebersamaan antara 2 orang atau lebih. Secara ilmiah, komunikasi berasal dari
kata “to communicate” artinya upaya untuk membuat pendapat, menyatakan
perasaan,menyatakan perasaan, menyampaikan informasi agar diketahui/dipahami
oleh orang lain.
Kata kontemporer
yang berasal dari kata “co” yang artinya bersama dan “tempo” yaitu waktu. Jadi
menurut kata, kontemporer adalah waktu bersamaan. Secara umum, kontemporer artinya, kekinian,
modern, atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang
sama atau saat ini.
Jadi, komunikasi
kontemporer adalah perkembangan komunikasi yang terpengaruh oleh dampak
modernisasi.
Komunikasi
kontemporer sering diidentik dengan Komunikasi Virtual, komunikasi virtual
adalah proses penyampaian pesan yang dikirimkan melalui internet atau
cyberspace. Komunikasi yang dipahami sebagai virtual reality pada ruang lingkup
alam maya dengan menggunakan internet. Komunikasi kontemporer sebenarnya
dilakukan dengan cara representasi informasi digital yang bersifat diskrit.
Internet merupakan media komunikasi yang sangat efektif bagi umat manusia di
dunia.
Virtual adalah
tidak nyata. Digunakan untuk sesuatu bayangan kejadian dunia nyata yang
dibentuk melalui sebuah teknologi. Komunikasi virtual sendiri adalah proses
penyampaian pesan dari komunikan kepada komunikator melalui media (internet)
yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual bisa diakses dimana saja sehingga
memudahkan kita dalam bekerja dan berinteraksi dengan orang lain ke seluruh penjuru
dunia.
B. Model-Model Komunikasi Kontemporer atau Visual
1.
Email
Email (electronic mail) atau surat
elektronik berfungsi sebagai alat pengirim pesan melalui perantara teknologi
komputer, laptop dan smartphone yang terhubung dengan jaringan internet.
Email digunakan untuk mengirimkan data, entah itu dalam bentuk file teks,
gambar, audio ataupun video. Dengan menggunakan email, aktifitas
pengiriman data seperti misalnya surat menyurat jadi lebih mudah dan cepat
dibandingkan menggunakan jasa manusia (pos).
Berikut adalah kelebihan dari email:
a.
Cepat (sangat
cepat) karena hanya perlu beberapa menit (ketik dan send).
b.
Mudah (karena
kita cukup mengetik di komputer).
c.
Dapat mengirim file
(attactment seperti file doc, excel, mp3, gambar, video dan lain-lain).
d.
Kapan saja dan
dimana saja (tidak ada perbedaan lokasi dan waktu).
e.
Biaya lebih
murah karena internet sekarang sudah mulai agak murah di Indonesia.
Kekurangan dari email
yakni:
a.
Harus online
(connect ke internet)
b.
Text
dan gambar only yang dapat dikirim.
c.
Tidak connect
internet dan check maka kita tidak akan tahu yang kita kirim sudah
dibalas atau belum
d.
Harus ingat
username dan password.
e.
Ladang virus juga
bagi yang tidak mengerti.
2.
Chatting
Chatting
adalah suatu program untuk para pengguna internet dimana saja berada agar bisa
mengenal satu sama lain walaupun dia berada jauh dari kita. Dengan Chatting
kita juga bisa melihat wajah orang yang baru kita kenal tersebut jika di
komputer kita ada satu alat yang disebut Webcam.
Kelebihan dari chatting:
a.
Komunikator
dapat mengirim pesan yang berlainan kepada komunikan lain yang berbeda
chanelnya dalam waktu yang hamper bersamaan.
b.
Feedback
langsung.
c.
Kita cukup menggunakan
koneksi internet.
d.
Lebih cepat
Kekurangan dari chatting yaitu:
a. Dapat
menimbulkan konflik.
b. Harus
online (connect ke internet)
c. Text only yang dapat dikirim.
3.
Website
Website
merupakan
sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain
dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh perangkat lunak
yang disebut browser. Web adalah sistem pengiriman dokumen tersebar yang
berjalan di internet. Web sekarang telah menjadi media yang sangat
penting bagi periklanan dan alamat web sekarang sudah umum dijumpai pada
majalah, surat kabar, dan iklan televisi.
Kelebihan dari Web adalah:
a.
Dapat diakses 24
jam/hari.
b.
Menjangkau
seluruh dunia, menghilangkan batas ruang dan waktu.
c.
Dapat digunakan
untuk menyediakan informasi sedetail mungkin dan selalu up to date.
d.
Lebih berfariasi
dalam segi tampilan.
Kekurangan dari Web yakni:
a.
Feedback
tidak langsung.
b.
Harus
menggunakan internet.
c.
Kurang praktis.
C. Alat-alat Komunikasi Kontemporer
Adapun alat-alat komunikasi
kontemporer, atau alat komunikasi masa kini, diantaranya.:
1.
Handphone atau
telepon genggam
Adalah sebuah
terobosan dalam komunikasi masyarakat modern. Di mana orang bisa saling
berkomunikasi dimana saja, asal ada sinyal yang menghubungkan. Saat ini sudah
banyak merk-merk terkenal yang memproduksi handphone, dan meluncurkan beraneka
ragam jenis handphone.
2.
Koran
Media yang satu
ni menjadi media atau alat komunikasi modern yang punya kegunaan sebagai alat
komunikasi, penyampaian pesan atau iklan sebuah usaha atau perusahaan. Selain
itu, koran selalu memberitakan informasi atau kejadian yang berhubungan dengan
sosial, budaya, hukum, politik, teknologi dan masih banyak lagi. Seiring dengan
berkembangnya teknologi, peran koran bukan hanya dibaca dalam bentuk cetak,
kini kiran versi digital sudah banyak ditemukan di internet.
3.
Televisi
Televisi menjadi
media komunikasi kontemporer yang sekarang hampir setiap rumah memiliki
televisi. Dengan adanya televisi, banyak orang bisa mengetahui informasi berita
dan bisa menonton tayangan lain yang memberikan aspek edukasu atau hiburan.
Televisi juga sebagai sarana membangun kebersamaan antar keluarga di rumah.
4.
LCD Proyektor
Alat ini
mempunyai kegunaan untuk menyampaikan ilmu pengetahuan atau pesan yang biasa
dipakai di sekolah, kampus atau dalam acara seminar atau training. Biasanya
alat ini bisa terhubung dengan PC atau Laptop. Kehadiran alat ini menjadikan
pesan yang disampaikan menjadi efektif dan mudah dimengerti oleh para murid,
mahasiswa, atau pun peserta.
5.
Faksimile
Dengan mesin
faksimile, maka pesan dalam bentuk kertas akan bisa sampai kepada tujuan. Alat
komunikasi ini sebagai alat yang banyak digunakan di perkantoran atau di
sekolah.
6.
Radio
Selain televisi,
ada radio yang berfungsi sebagai alat komunikasi yang hanya terdengar suara
saja. Banyak siaran radio yang bisa dinikmati oleh manusia, biasanya radio
menyajikan informasi berita, musik, diskusi, curhat yang hanya bisa didengar.
7.
Komputer, Laptop
dan Tablet
Barang
elektronik tersebut telah memberikan warna baru bagi dunia telekomunikasi.
Dengan alat tersebut banyak hal yang bisa dikerjakan, dari mulai menulis,
menggambar, membuat video dan yang lainnya. Dari sisi hiburan, komputer juga
bisa kita melihat film, mendengar musik bahkan juga bisa menonton televisi. Hal
yang wajar jika komputer, laptop, tablet dikatakan sebagai alat komunikasi
modern atau alat komunikasi kontemporer.
D. Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Virtual atau Kontemporer
Komunikasi
Virtual atau komunikasi kontemporer memiliki kelebihan dan kekurangan, dan
adapun kelebihan dari Komunikasi Virtual yaitu :
1.
Sebagai media
komunikasi interaktif feedback yang terjadi dalam komunikasi
interaktifterjadi langsung dari komunikannya.
2.
Memecahkan
persoalan materialisme dan konsumenisme lewat komunikasi virtual kita bisa
mengetahui semua yang ada di dunia ini melalui internet, jika kita menginginkan
sebuah foto artis atau pujaan kita, maka kita tidak lagi susah susah untuk
mencari atau membeli karena kita bisa mendapatkan secara gratis melalui
internet.
3.
Mengurangi
konflik sosial, ekonomi, dan politik. Walaupun dalam dunia maya kita bisa
berinteraksi dengan kebudayaan lain dan bisa menimbulkan suatu konflik, tapi
disini kemungkinan munculnya konflik sangatlah sedikit.
4.
Terbebas dari “Urban
Decay” dan “Social Disintegration”, persoalan kemacetan kepadatan
penduduk, sampah, merupakan persoalan kota besar yang dapat dikurangkan apabila
sebagian kehidupan fisik dialihkan kedalam kehidupan virtual.
5.
Memecahkan
persoalan kebebasan dari demokrasi. Cyberspace menjadi sebuah “Public
Sphere” yang ideal, yang tidak dapat ditemukan di dalam kehidupan nyata.
Dan adapun kekurangannya, yaitu :
1.
Pengguna
internet yang terlalu berlebihan akan menjadi over dan kemungkinan menjadikan
dunia maya menjadi suatu penyalur hasrat.
2.
Cyberspace,
menjadi penyalur kejahatan, sadisme, kedangkalan bahkan hasrat seks.
3.
Cyberporn,
menjadi persoalan masa depan karena cyberspace yang tanpa identitas.
4.
Cyberspace
menjadi ajang kebrutalan semiotic.
BAB 5
PERILAKU
KOLEKTIF
A.
Pengertian Perilaku Kolektif
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kolektif merupakan suatu hal
yang bersifat gabungan atau secara bersama-sama. Secara sederhana, kolektif
dapat diartikan sebagai segala hal atau tindakan yang dilakukan sekelompok
orang secara bersama-sama.
Menurut Horton dan Hunt, perilaku kolektif adalah perilaku yang
dilakukan oleh sejumlah orang secara bersama-sama, tidak bersifat rutin dan
merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu. Lebih khusus lagi, perilaku
kolektif mengacu pada perilaku yang relatif spontan dan relatif tidak
terstruktur oleh sejumlah besar individu yang bertindak dengan atau dipengaruhi
oleh individu lain.
Secara sederhana perilaku kolektif dapat didefinisikan cara berfikir, berperasaan, bertindak sekumpulan
individu yang secara relatif bersifat spontan dan tidak terstruktur yang
berkembang dalam suatu kelompok atau suatu populasi sebagai akibat dari saling
stimulasi antar individu. Karena sering kali karakteristik perilaku kolektif
yang bersifat spontan dan tidak terstruktur maka perilaku itu dapat dianggap
sebagai pelanggaran norma sosial.
B. Bentuk dan Ciri Perilaku Kolektif
Ada beberapa bentuk dari perilaku
kolektif antara lain:
1.
Kerumunan (Crowds)
Ada beberapa
bentuk kerumunan yaitu :
a.
Inconvenient
aggregation atau kumpulan yang kurang menyenangkan,
meupakan kerumunan dari orang-orang yang ingin berusaha menggunakan fasilitas
yang sama. Dalam kerumunan ini kehadiran orang-orang yang lain dianggap sebagai
suatu kalangan terhadap tercapainya suatu tujuan seseorang dan akan berakibat
terjadinya saling bermusuhan.
b.
Panic crowds
atau kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik. Dorongan
individu-individu dalam kerumunan ini cenderung untuk mempertinggi rasa panik,
menunjukan suatu tanggapan yang bersifat irasional, dan menyebabkan suatu
rintangan yang positif dari bahaya yang umum.
c.
Spectator crowds
atau kerumunan penonton, merupakan kerumunan dari orang-orang yang ingin
melihat suatu kejadian tertentu.
d.
Acting mobs,
yaitu kerumunan yang bertindak secara emosional. Kerumunan ini bertujuan untuk
mencapai tujuan-tujuannya dengan jalan menunjukan kekuatan-kekuatan fisik yang
berlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyaraka. Pada umumnya orang-orang
bertindak secara emosional karena merasa tidak adanya keadilan.
e.
Immoral crowds
atau kerumunan-keruman yang bersifat imoral. Tipe ini hampir sama dengan
kelompok-kelompok yang bersifat eksporesif, akan tetapi bertentangan dengan
norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
2.
Rumor
Rumor dalah
suatu informasi yang tidak dapat dibuktikan, dan dikomunikasikan yang muncul
dari satu orang kepada orang lain (isu sosial). Umumnya terjadi pada situasi
dimana orang seringkali kekurangan informasi untuk membuat interpretasi yang
lebih komprehensif. Media yang digunakan umumnya adalah telepon.
3.
Opini Publik
Opini Publik
dalah sekelompok orang yang memiliki pendapat beda mengenai sesuatu hal dalam
masyarakat. Dalam opini publik ini antara kelompok masyarakat terjadi perbedaan
pandangan / perspektif. Konflik bisa sangat potensial terjadi pada masyarakat
yang kurang memahami akan masalah yang menjadi interes dalam masayarakat
tersebut.
4.
Propaganda
Propaganda
adalah informasi atau pandangan yang sengaja digunakan untuk menyampaikan atau
membentuk opini publik. Biasanya diberikan oleh sekelompok orang, organisasi,
atau masyarakat yang ingin tercapai tujuannya.
C. Faktor-Faktor Terjadinya Perilaku Kolektif
Terdapat
beberapa penyebab terjadinya perilaku kolektif. Meneliti faktor penyebab
perilaku kolektif harus menggabungkan beberapa elemen pcnting dalam perilaku
untuk dirangkai menjadi sebuah tahapan yang digunakan scbagai analisa akhir
dalam pola tertentu. Smelser memetakan cnam faktor yang menjadi penyebab
perilaku kolektif, yaitu :
1.
Structural
conduciveness (pengkondusifan strukutur sosial)
adalah sebuah pemaksaan atas sebuah pola atau struktur baru dari pola atau
struktur yang lama sebagai alat untuk melaksanakan tujuan tertentu penguasa.
2.
Structural
strain (ketegangan pada struktur sosial) adalah sebuah
kcadaan di mana beberapa struktur sosial yang telah ada baik keberadaannya
didasarkan atas agama. pendidikan. kekayaan, ataupun kcturunan tidak lagi
diakomodasikan pada berbagai kepentingannya.
3.
Growth and
spread of a generalized belief (muncul dan
bcrkembangnya sebuah kepercayaan umum) adalah sebuah kondisi di mana ada satu
nilai sentral atau tujuan utama dalam Masyarakat yang terbentuk ketika
nilai-nilai tradisional hancur beserta tujuan-tujuannya. Satu nilai sentral
yang kemudian dianut sccara bersama-sama menjadi sebuah kesadaran dalam
masyarakat dan sangat berpengaruh terhadap terjadinya sebuah gcrakan
pemberontakan bersama.
4.
Precipitating
factor (pencetus faktor) adalah suatu kondisi di mana
tatanan sosial telah ambruk yang dibarengi dengan memudamya nilai-nilai sosial.
5.
Mobilization of
participants for action (mobilisasi massa untuk melakukan
tindakan) adalah sebuah pola pengumpulan rnassa melalui konsolidasi
ikatan-ikatan yang ada dalam Masyarakat. Ikatan-ikatan yang ada dalam
Masyarakat ini dapat digerakkan untuk melakukan agitasi, konsolidasi yang pada
akhimya dapat digerakkan untuk melakukan pemberontakkan.
6.
The operation of
social control (pelaksanaan kontrol sosial) adalah
memudarnya kontrol terhadap Masyarakat yang dilakukan oleh pihak penguasa untuk
mengantisipasi terjadinya sebuah gerakkan perlawanan oleh Masyarakat. Menurut
Smelser tujuan analisis ini antara lain untuk membedakan dua tipe dari kontrol
sosial yaitu untuk mencegah terjadinya pemberontakan bersama dan untuk
mengendalikan massa ketika telah terjadi pemberontakan bersama.
D. Bentuk dan Contoh Penyimpangan Perilaku Kolektif
Bentuk
penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau
pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya
sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau
kejahatan kelompok. Bentuk penyimpangan kolektif:
1.
Tindak Kenakalan
Suatu kelompok
yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal
yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut
adalah bodoh, tidak berguna dan mengganggu.
Contoh
penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan,
mendirikan genk yang suka onar, mengoda dan mengganggu cewek yang melintas,
corat-coret tembok orang dan lain sebagainya.
2.
Tawuran /
Perkelahian Antar Kelompok
Pertemuan antara
dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu
menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain
yang tidak bersalah banyak menjadi korban.
Contohnya adalah
tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6, tawuran penduduk a dan b, dan masih
banyak lagi.
3.
Tindak Kejahatan
Berkelompok
Jenis ini suka
melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka.
Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya
dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya.
Contohnya ialah
perampok, perompak, bajing loncat, penjajah, grup koruptor, sindikat curanmor
dan lain-lain.
4.
Penyimpangan
Budaya
Penyimpangan
kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang
berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat.
Contoh:
merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar
sendirian, syarat mas kawin yang tinggi, membuat batas atau hijab antara
laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan, dan masih banyak lagi.
BAB
6
PERUBAHAN SOSIAL
A.
Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan
sosial merupakan salah satu kajian sosiologi yang paling dinamis, hal ini
dikarenakan perubahan selalu terjadi dan terkadang tidak bisa dihindari.
Perubahan sosial berbeda dengan perubahan lainnya. Yang menjadi pembeda
perubahan sosial dengan perubahan lainnya adalah perubahan sosial menekankan
perubahan yang terjadi pada aspek kultural atau budaya serta aspek struktural
(struktur masyarakat), dan dampaknya terhadap kehidupan sosial.
Perubahan
sosial secara umum dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi di
kehidupan sosial masyarakat. Perubahan sosial ini mencakup segala bidang
kehidupan seperti nilai dan norma sosial, pola perilaku dan organisasi sosial,
lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, dan juga sistem kekuasaan dan
wewenang. Perlu adanya pengertian perubahan yang mencakup segala bidang
tersebut agar semua konsep dapat terwakili dengan baik.
Pada
hakikatnya setiap masyarakat yang ada di seluruh di dunia ini dalam kehidupanya
dapat dipastikan akan mengalami yang namanya perubahan-perubahan yang akan kita
ketahui apabila membandingkan dengan suatu masyarakat di masa – masa tertentu
dengan masyarakat di masa lalu. Sehingga bisa dikatakan bahwa pada dasarnya
masyarakat terus menerus mengalami yang namanya sebuah perubahan. Akan tetapi
perubahan sosial yang terjadi antara masyarakat satu dengan lainnya tidaklah
selalu sama.
B.
Teori Perubahan Sosial
Memahami
perubahan sosial dapat dilakukan dengan mempelajari teori-teori yang membangun
perubahan sosial. Ada empat jenis teori perubahan sosial, yaitu:
1.
Teori
Evolusi
Teori
ini beranggapan bahwa perubahan sosial terjadi akibat perubahan cara
pengorganisasian masyarakat, sistem kerja, perkembangan sosial, dan sistem
kerja. Di dalam teori ini perubahan sosial dibedakan menjadi menjadi dua jenis,
yaitu revolusi dan evolusi. Revolusi merupakan perubahan sosial yang terjadi
secara cepat, misalnya revolusi politik. Sedangkan evolusi merupakan perubahan
sosial yang terjadi secara lambat, misalnya peralihan penggunaan bahan bakar
minyak menuju bahan bakar gas.
2.
Teori
konflik
Teori
ini beranggapan bahwa masyarakat hidup dalam dualisme kelas yang terbagi atas
kelas borjuis dan kelas proletar. Adanya
dualisme kelas tersebut akhirnya menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam
wujud revolusi sosial yang berdampak pada perubahan-perubahan sosial. Contohnya
Revolusi Perancis yang terjadi pada abad ke-18.
3.
Teori
siklus
Dilansir
dari buku Pengantar Ringkas Sosiologi (2020) karya Elly M. Setiadi, teori ini
menggambarkan bahwa perubahan sosial bagaikan roda yang sedang berputar.
Maksudnya adalah perputaran zaman merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakan
oleh siapapun dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun. Menurut teori ini,
kebangkitan dan kemunduran peradaban sebuah bangsa mempunyai hubungan
korelasional antara satu dengan lainnya, yaitu tantangan dan tanggapan.
Misalnya,
apabila kehidupan masyarakat mampu merespon tantangan kehidupan dan mampu
menyesuaikan diri, maka masyarakat tersebut akan mengalami perkembangan dan
kemajuan. Sebaliknya, apabila masyarakat tersebut tidak mampu merespon dan
menyesuaikan diri terhadap tantangan, maka masyarakat tersebut akan mengalami
kemunduran, bahkan kehancuran.
4.
Teori
fungsionalis
Teori
ini beranggapan bahwa perubahan sosial diakibatkan adanya ketidakpuasan
masyarakat karena kondisi sosial yang berlaku pada masa tertentu memengaruhi
pribadi mereka. Menurut teori ini, setiap perubahan tidak selalu membawa
perubahan pada semua unsur sosial. Ada beberapa unsur sosial yang tidak ikut
berubah. Unsur yang tidak berubah tersebut akan mengalami ketertinggalan yang
berakibat pada kesenjangan kebudayaan.
Misalnya,
telepon umum dibuat agar masyarakat dapat melakukan komunikasi menggunakan
pesawat telepon dengan mudah. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak diikuti
oleh perubahan pola sikap dan perilaku masyarakat. Hasilnya, telepon umum
tersebut dalam waktu singkat sudah tidak berguna. Bahkan sebagian besar telepon
umum yang sudah dipasang, koinnya dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung
jawab.
C.
Faktor Penyebab Perubahan Sosial
Faktor
penyebab terjadinya perubahan sosial, secara umum dapat terbagi menjadin dua
yaitu:
1.
Faktor
internal
Yaitu
faktor yang berasal dari dalam masyarakat seperti bertambah atau berkurangnya
penduduk, penemuan-penemuan baru, konflik dalam masyarakat dan adanya revolusi.
2.
Faktor
Eksternal
Yaitu
faktor yang berasal dari luar masyarakat yaitu faktor lingkungan fisik atau
alam, adanya peperangan dan pengaruh dari budaya lain.
Menurut
Soerjono Soekanto, faktor pendorong terjadinya perubahan sosial terbagi menjadi
enam, yaitu:
1.
Kontak
dengan budaya lain
2.
Sistem
pendidikan yang maju.
3.
Lapisan
masyarakat yang terbuka (open stratification), yang memungkinkan orang
untuk bermobilitas sosial secara vertical.
4.
Penduduk
yang heterogen.
5.
Memiliki
orientasi ke depan, artinya punya visi untuk mewujudkan masa depan yang lebih
baik.
6.
Ketidakpuasan
terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
D.
Dampak Perubahan Sosial
Adapun
dampak yang dapat ditimbulkan dari adanya perubahan sosial ini, yaitu dampak
positif dan dampak negatif. Berikut penjelasannya:
1.
Munculnya
penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia. Contoh dari penemuan yang
sangat membantu aktivitas manusia adalah penemuan internet, komputer, dan
ponsel pintar.
2.
Munculnya
nilai dan norma baru yang lebih relevan. Dengan perubahan yang dinamis, norma
atau nilai lama yang sudah tidak relevan dapat diperbaharui menjadi norma dan
nilai baru yang lebih relevan untuk diterapkan. Misalnya di masa ini sudah ada
pedoman menghubungi guru atau dosen melalui pesan singkat. Jaman dahulu pedoman
ini tidak ada karena aplikasi pesan singkat masih terbatas. Contoh lain adalah
munculnya undang-undang informatika dan transaksi elektronik akibat
perkembangan teknologi.
3.
Munculnya
lembaga atau institusi baru. Contoh institusi yang muncul akibat perubahan
sosial adalah International Labor Organization, yaitu organisasi
internasional yang melindungi hak-hak buruh. Di jaman dahulu, hak-hak buruh
dipegang oleh pemilik perusahaan dan pemilik perusahaan seringkali
mengeksploitasi buruh secara berlebihan, dengan adanya organisasi seperti ini,
hak-hak buruh menjadi lebih terjamin.
E.
Peranan Komunikasi Terhadap Perubahan Sosial
Komunikasi
merupakan kunci dari perubahan sosial. Dimana daerah yang akan mengalami
perubahan sosial pasti daerah tersebut telah terjadi proses komunikasi terlebih
dahulu dimana daerah tersebut melakukan adopsi terhadap informasi yang masuk
tersebut. Akhirnya daerah tersebut akan mengalami perubahan sosial.
BAB 7
MENGENAL PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
A.
Pengertian Perubahan Sosial Budaya
Perubahan
kebudayaan dalam masyarakat merupakan gejala perubahan pola hidup, kebiasaan
dan struktur sosial dalam masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor.
Perubahan kebudayaan ini merupakan hal alami yang terjadi di masyarakat
dikarenakan sifat alami manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.(Ekaningtyas, 2011)
Beberapa
ahli sosiologi telah mengukakan pendapatnya mengenai definisi perubahan sosial
budaya ini. Menurut buku Sociological Writings, perubahan sosial budaya
menurut Max Weber adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat dari
adanya ketidaksesuaian unsur-unsur di dalamnya. Sedangkan menurut Selo Soemardjan,
perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam
suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosial termasuk di dalamnya
nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok dalam masyarakat.(Abdillah, 2018)
B.
Unsur-Unsur Kebudayaan Masyarakat
Perubahan
dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat. Perubahan dalam
masyarakat tersebut wajar. Mengingatkan manusia memiliki kebutuhan yang tidak
terbatas dalam kehidupan, seperti:(Baharuddin, 2015)
1.
Peralatan
dan perlengkapan hidup, yaitu
mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi dan
transportasi. Contoh, pada zaman nenek moyang kita memasak makanan dengan cara
membakarnya, pada zaman sekarang (zaman modern) memasak makanan menggunakan
alat modern seperti oven atau membeli makanan yang diawetkan.
2.
Mata
pencarian, seperti dalam sistem ekonomi
meliputi pertanian, peternakan dan sistem produksi, sebagai contoh, kaum laki-laki
bekerja dengan cara berburu atau pekerjaan lainnya. Sedangkan kaum perempuan
tinggal dirumah mengurus rumah tangga dan mengasuh anak. Tetapi sekarang kaum
perempuan dapat juga bekerja seperti pencaharian untuk kaum laki-laki.
3.
Sistem
kemasyarakatan, mencangkup
sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum dan sistem perkawinan.
Sebagai contohnya, pada masa kehidupan belum begitu kompleks orang-orang yang
ada ikatan darah atau keluarga selalu hidup bersama dalam satu rumah. Saat ini
ikatan masyarakat tidak hanya berdasarkan hubungan kekerabatan, tetapi juga
karena profesi, dan hobi yang sama, seperti ikatan motor gede (MOGE), dan
lain-lain.
4.
Bahasa, dahulu disampaikan secara lisan, sekarang bahasa dapat
disampaikan melalui beragam media, seperti tulisan, sandi dan sebagainya.
5.
Kesenian, mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. Sebagai contoh,
orang jawa menganggap bahwa rumahnyalah yang indah jika bernuansa gelap,
sekarang masyarakat jawa banyak menyukai rumah yang bernuansa terang /pastel.
6.
Sistem
pengetahuan, berkaitan
dengan teknologi. Contohnya, dahulu orangorang berpedoman pada alam atau
peristiwa alam. Tetapi sekarang orangorang lebih cenderung menggunakan
alat-alat modern,seiringnya berkembeng pengetahuan dan teknologi.
7.
Religi/keyakinan, contohnya meyakini tentang adanya roh halus (roh leluhur) yang
dapat dipercaya, namun sekarang manusia lebih berpikir logis dengan akal.
C.
Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Kebudayaan
Faktor penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam kehidupan
masyarakat saat ini dapat kita kelompok-kan menjadi dua bagian, yaitu:(Khasnudin, 2020)
1.
Faktor
Internal
Perubahan kebudayaan disebabkan oleh faktor internal yaitu faktor
yang berasal dari masyarakat itu sendiri. Berikut ini merupakan faktor internal
penyebab terjadinya perubahan kebudayaan.
a.
Bertambah dan Berkurangnya Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menyebabkan perubahan dalam
struktur masyarakat seperti munculnya kelas sosial yang baru dan profesi yang
baru. Selain itu pertambahan jumlah penduduk juga mengakibatkan bertambahnya
kebutuhan-kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan. (Hati, n.d.)
Padahal sumber-sumber pemenuhan kebutuhan tidak seimbang, sehingga
akan timbul masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, dan
lain-lain. Kondisi ini akan mengubah pola interaksi dan meningkatnya mobilitas
sosial.
b.
Adanya Penemuan Baru
Penemuan baru dalam masyarakat di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Adanya ide atau alat baru
yang sebelumnya belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan
baru (Invention), dan Proses pembaharuan atau melengkapi atau mengganti
yang telah ada (Innovation).
c.
Adanya Pertentangan (konflik) Dalam Masyarakat
Dalam interaksi sosial di masyarakat yang heterogen dan dinamis,
pertentangan-pertentangan (konflik) mungkin saja terjadi baik antara individu
dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.
Apalagi pada masyarakat yang berkembang dari masyarakat tradisional ke
masyarakat modern akan selalu terjadi pertentangan, misalnya golongan muda yang
ingin mengadopsi budaya asing, golongan tua yang tetap mempertahankan tradisi
lama.
Konflik ini akan menimbulkan perubahan nilai-nilai, pola perilaku
dan interaksi yang baru di masyarakat tersebut.
d.
Terjadi Pemberontakan (Revolusi)
Revolusi adalah perubahan yang sangat cepat dan mendasar yang
dilakukan oleh individu atau kelompok. Revolusi akan berpengaruh besar pada struktur
masyarakat dan lembaga-lembaga kemasyarakatan.
1.
Faktor
Eksternal
Faktor
eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi
sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
a.
Peperangan
Peperangan antara negara satu dengan negara yang lain kadang bisa
menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan baik pada lembaga kemasyarakatan
maupun struktur masyarakatnya. Biasanya negara yang menang memaksakan
nilai-nilai, cara-cara, dan lembaga yang dianutnya kepada negara yang kalah.
b.
Perubahan Alam
Salah
satu faktor penyebab perubahan yang bersumber dari lingkungan alam seperti
terjadinya bencana alam banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran hutan, dan
sebagainya. Di daerah yang terkena banjir menyebabkan masyarakat yang berada di
sekitar daerah tersebut terpaksa harus mencari tempat tinggal baru, sehingga
mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Selain
itu, tindakan manusia sendiri dapat menyebabkan kerusakan alam, seperti
membuang sampah sembarangan, penebangan liar, pembangunan terus menerus di
lahan pertanian, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat merugikan manusia sendiri
seperti kehilangan keluarga, tempat tinggal, harta benda, dan sarana umum
lainnya.
c.
Pengaruh Kebudayaan Lain
Di
era globalisasi ini tidak ada satupun negara yang mampu menutup dirinya dari
interaksi dengan bangsa lain. Interaksi yang dilakukan antara dua negara
mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh lain kadang juga bisa
menerima pengaruh dari masyarakat lain. Dengan demikian akan timbul suatu
nilai-nilai sosial budaya yang baru sebagai akibat asimilasi atau akulturasi
kedua budaya.
D.
Dampak Perubahan Sosial Budaya
Dampak
dari adanya perubahan sosial budaya yang terjadi dalam lingkungan masyarakat,
dapat dibagi menjadi dampak positif dan dampak negatif.(Al, 2019)
Dampak Positif
Perubahan Sosial Budaya :
1.
Eratnya
integrasi masyarakat. Hal tersebut bisa terjadi jika masyarakat dapat
menyikapinya dengan baik sehingga tidak terjadi konflik.
2.
Kemajuan
teknologi. Teknologi seiring zaman terus maju, hampir semua orang sudah bisa memanfaatkan
tekonologi di sekitarnya sehingga bisa meningkatkan taraf hidup mereka.
3.
Tingkat
kehidupan yang lebih baik. Seperti yang sudah Admin sebutin di poin ke 2 dimana
teknologi membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang dan kita dapat
menggunakannya untuk kebaikan produktifitas manusia.
4.
Pola
pikir yang lebih maju. Kalau dulu mungkin saja masyarakat pikiran mereka masih
primitive dan terisolir, berkat modernisasi dan pengetahuan mereka dapat
berfikir lebih maju dan meninggalkan pemikiran lama.
5.
Perubahan
nilai dan tata sikap. Terjadinya difusi dan inovasi dalam kebudayaan dapat
mengubah nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
6.
Menumbuhkan
sikap menghargai waktu dan mau bekerja keras.
7.
Munculnya
sistem pembagian pekerjaan antara pria dengan wanita menurut kemampuan mereka
juga semakin kecilnya tingkat diskriminasi terhadap wanita.
Dampak Negatif Perubahan Sosial Budaya :
1.
Munculnya
perilaku hidup konsumtif. Kemampuan daya beli masyarakat yang meningkat membuat
para pengusaha memproduksi segala macam barang kebutuhan menyebabkan adanya
pola hidup konsumtif.
2.
Terjadinya
ketertinggalan budaya. Ketertinggalan budaya atau yang bisa disebut sebagai
cultural lag merupakan suatu keadaan dimana terjadi unsur – unsur kebudayaan
tertentu yang tertinggal perkembangannya di tengah berbagai kemajuan unsur
kebudayaan yang lain. Biasanya ini terjadi karena masyarakat memiliki laju
pertumbuhan budaya yang lambat.
3.
Dekadensi
Moral. “Ha? paan tuh?” ini tuh menurun atau merosotnya moral seseorang yang
ditunjukkan dari perilakunya yang bertentangan dengan nilai dan norma yang
berlaku dalam masyarakat, contohnya pergaulan bebas yang tidak patut dicontoh.
4.
Sikap
individualis. Semakin kesini persaingan hidup semakin ketat sehingga nilai
kemanusiaan semakin menurun. Budaya di Indonesia seperti Gotong Royong-pun
sangat tertinggal, contoh saja kebanyakan masyarakat kota yang mungkin jarang
berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
5.
Kriminalitas.
Perubahan sosial budaya juga bisa mengakibatkan kriminalitas, faktornya ya
seperti persaingan hidup yang semakin ketat dan juga perilaku konsumtif manusia
yang tidak diimbangi dengan pemasukan yang ada dapat menimbulkan seseorang
berbuat nekat demi keinginannya.
6.
Gaya
hidup. Gaya hidup masyarakat tertentu bisa berubah karena adanya globalisasi,
mereka mengikuti gaya orang luar yang mungkin saja dianggap tidak pantas di
negara sendiri.
7.
Kesenjangan
sosial. Perubahan kebudayaan biasanya hanya dinikmati oleh segelintir orang
saja dan biasanya mereka memiliki taraf ekonomi yang lebih baik dibanding yang
tidak.
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, F. (2018, March 20).
Pengertian dan Ciri-ciri Perubahan Sosial Budaya. Ruang Guru. https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-dan-ciri-ciri-perubahan-sosial-budaya
Aji, Seno. “Teori Perubahan Sosial
Dan Faktor Penyebabnya.” Ruang Guru, April 23, 2018.
https://www.ruangguru.com/blog/teori-perubahan-sosial-dan-faktor-penyebabnya.
Al, Y. (2019, July 29). Bentuk dan
Dampak Perubahan Sosial Budaya. Cerdika.
https://cerdika.com/bentuk-dan-dampak-perubahan-sosial-budaya/
Anon. 2017. “Komunikasi
Massa, Perkembangan, Media Dan Karakteristiknya.” PakarKomunikasi.Com.
Retrieved April 4, 2021 (https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-massa#:~:text=Komunikasi%20Massa%20adalah%20suatu%20bentuk,komunikator%20dengan%20komunikan%20secara%20bersamaan.).
Arlita, Cut. “Komunikasi
Kontemporer.” Pena Mahasiswa Unimal, September 18, 2015. Accessed April
18, 2021. http://arlitlita.blogspot.com/2015/09/komunikasi-kontemporer_39.html.
Awi, Maria Victoria, Norma
Mewengkang, and Antonius Golung. 2016. “Peranan Komunikasi Antar Pribadi Dalam
Menciptakan Harmonisasi Keluaraga Di Desa Kimaam Kabupaten Merauke.” 12.
Baharuddin, B. (2015). Bentuk-Bentuk
Perubahan Sosial Dan Kebudayaan. Al-Hikmah, 9(2).
https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v9i2.323
Blake, Reed H., and Edwin O.
Haroldsen. 1979. A Taxonomy of Concepts in Communication. New York.
Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana
Pernada Media Group.
Departemen Pendidikan
Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta:
Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional.
2007a. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai
Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional.
2007b. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai
Pustaka.
Devito, Joseph. 1989. The
Interpersonal Communication Book. Illinois: Waveland Press.
Ekaningtyas, D. (2011, April 2). Penyebab Perubahan Kebudayaan. DIAHTYAS8’s Blog. https://diahtyas8.wordpress.com/2011/04/02/penyebab-perubahan-kebudayaan/
Effendy, Onong Uchjana. Ilmu
Komunikasi: Teori Dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2003.
Fisipol. 2021. “Apa Itu Komunikasi
Intrapersonal Dan Interpersonal Dengan Perbedaan.” Universitas Medan Area
Fakultas Isipol. Retrieved March 21, 2021
(http://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2021/03/18/apa-itu-komunikasi-intrapersonal-dan-interpersonal-dengan-perbedaan/).
FPPSI-UM.
“Perilaku Kolektif Di Rumah Belajar, Malang.” UM The Learning University,
Mei 2016. http://fppsi.um.ac.id/?p=1454.
Harim, Sidiq. 2018. “Sosiologi
Komunikasi.” Sosiologis.com. Retrieved March 14, 2021
(https://sosiologis.com/sosiologi-komunikasi#:~:text=Sosiologi%20komunikasi%20mempelajari%20tentang%20proses,pengaruh%20yang%20sifatnya%20timbal%20balik.).
Hanurawan, F. Psikologi
Sosial. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.
Hedriyanto,
Achmad Reza. “Konstruksi Sosial Perubahan Perilaku Suporter Persebaya.” Universitas
Airlangga (2018). http://repository.unair.ac.id/id/eprint/68285.
Hefni, Harjani. 2017. Komunikasi
Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.
Hati, S. T. (n.d.). Perubahan
Sosial Budaya. UIN Sumatera Utara.
Ibrahim,
Bramantia. “Teori Komunikasi,” March 6, 2017. Accessed April 18, 2021.
https://bramantiaibrahim.blogspot.com/2017/03/teori-komunikasi.html#:~:text=Mengapa%20perlu%20belajar%20teori%20komunikasi,terlihat%20dalam%20kehidupan%20sehari%2Dhari.&text=Teori%2Dteori%20berfungsi%20sebagai%20alat,proses%20dan%20pengalaman%20sehari%2Dhari.
Johnson. n.d. “Komunikasi
Intrapersonal dan Interpersonal.” Johnson Indonesia HR Services &
Training Provider. Retrieved March 21, 2021
(https://www.johnson.co.id/komunikasi-intrapersonal-interpersonal/).
Khasnudin, D. (2020, March 6). Faktor
Penyebab Terjadinya Perubahan Kebudayaan.
https://www.dzikrikhasnudin.com/2020/03/faktor-penyebab-terjadinya-perubahan-kebudayaan.html
Komsiah, Siti. Modul
Pengantar Sosiologi. Jakarta: Universitas Mercu Buana, 2010.
Kustiawan, Winda. “Perkembangan
Teori Komunikasi Kontemporer.” Jurnal Komunika Islamika : Jurnal Ilmu
Komunikasi dan Kajian Islam 6, no. 1 (August 1, 2019): 15.
Lubis, Muya Syaroh Iwanda. “Dampak Komunikasi Dan Perubahan Sosial
Bagi Pengguna Instagram.” Dharmawangsa (2018).
http://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/juwarta/article/view/209.
Monte,
Ary. 2019. “Materi Sosiologi.” Retrieved March 14, 2021
(http://materisosiologilengkap.blogspot.com/2019/12/pengertian-sosiologi-komunikasi-dan.html).
Mulyana, Ahmad. n.d.
“Modul Sosiologi Komunikasi.” Universitas Mercu Buana.
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi:
Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2003.
Pratama, Cahya Dicky. “Teori
Perubahan Sosial.” Kompas.Com, October 10, 2020. https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/30/174210769/teori-perubahan-sosial-jenis-jenis-dan-contohnya?page=all.
Purba, Roy Obet. “Perubahan Sosial.”
Studio Belajar, 2020. https://www.studiobelajar.com/perubahan-sosial/.
Putra. “Pengertian Email: Fungsi,
Sejarah, Contoh Dan Cara Kerja,” Oktober 2019. Accessed April 18, 2021.
https://salamadian.com/pengertian-email-surat-elektronik/.
Rahmiana. 2019. “Komunikasi
Intrapersonal Dalam Komunikasi Islam.” UIN Ar-Raniry Banda Aceh 2.
Rochadi, AF
Sigit. Perilaku Kolektif Dan Gerakan Sosial. CV. Rasi Terbit, 2020.
https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=Lr_8DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=perilaku+kolektif&ots=kW0DqCfbmw&sig=_SDLsCTO13F8rCsS5vaTo7pHeYs&redir_esc=y#v=onepage&q=perilaku%20kolektif&f=false.
Romli, ASM. 2013. “Media
Massa.” Komunikasi UIN Bandung. Retrieved April 4, 2021
(https://komunikasi.uinsgd.ac.id/pengertian-media-massa/#:~:text=Media%20Massa%20(Mass%20Media)%20singkatan,dan%20sarana%20promosi%20(iklan).).
Sendari, Anugerah Ayu.
2019. “Peran dan Fungsi Media Massa yang Penting Bagi Khalayak.” hot.liputan6.com.
Retrieved April 4, 2021 (https://hot.liputan6.com/read/4069784/peran-dan-fungsi-media-massa-yang-penting-bagi-khalayak).
Soekanto, Soerjono. 2017. Sosiologi
Suatu Pengantar. Jakarta: Radja Grafindo Persada.
Sutopo. Peranan Komunikasi
Terhadap Perubahan Sosial. UNS PRESS, n.d.
https://buku.fisip.uns.ac.id/book/peranan-komunikasi-terhadap-perubahan-sosial/.
Suwardi. 2005. Sistem Komunikasi
Indonesia. Medan: Bartong Jaya.
Winarsis, Agus.
“Pengertian Perilaku Kolektif.” Ilmu Administrasi Negara, November 30,
2013.
http://agus93winasis.blogspot.com/2013/11/pengertian-perilaku-kolektif.html.
“Perilaku Kolektif.” Communication Learning,
2016.
http://communicationlearning17.blogspot.com/2016/11/perilaku-kolektif.html.
“Teori
Komunikasi.” Wikipedia The Free Encyclopedia, March 11, 2021. Accessed
April 17, 2021. https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_komunikasi.
———. Spektrum Komunikasi.
Bandung: Mandar Maju, 1992.

Comments
Post a Comment